jump to navigation

(un)perfect August 17, 2008

Posted by diarybiru in Gudang Kata.
add a comment

Tiada sempurna di dunia ini

Kecuali dengan rasa syukur

Dan pemakluman dari kita

Yang membuatnya tampak sempurna

Berbagilah August 13, 2008

Posted by diarybiru in Gudang Kata.
add a comment

Kemarin, sewaktu diperjalanan saya bertemu dua anak laki-laki kecil. Mungkin sekitar kelas 2 sekolah dasar. di punggung mereka teronggok karung besar, tapi entah isinya berat atau tidak. Tapi terlihat otot-otot di lengan mungil itu bertarikan. Ah, kasihan betul.Tapi apa nak saya buat?.

Waktu itu saya bersepeda. Baru saja melewati mereka, saya terdengar panggilan.

“Kak! kak!” salah satunya memanggil.

Saya hentikan laju sepeda, lalu tengok ke arah mereka. Jangan-jangan mau minta uang nih? pikirku. Bukan tanpa alasan saya berpikir seperti itu. Dulu pernah waktu menyebrang di jembatan penyebrangan, ada sekelompok anak pemulung juga meminta uang, tapi tak saya kasih karena lagak mereka yang tidak mengenakkan dan setengah memaksa. Dan tau apa? mereka mengejar dan meludahi saya! Arrgh! habis tu, takut dah lewat jembatan penyebrangan :p.

“Ya.. kenapa dek?”

“Boleh minta air ngga?”Suara itu takut-takut. Saya melihat wajah itu susah la. Dia benar-benar kehausan..

Ya Allah…Pilu hati ini. Pasti mereka haus sangat dah. Entah dari mana mereka dah berjalan.

Dalam gelap senja itu, lampu jalan yang menguning cukup membuat mata ini jelas membaca air muka anak tadi. Wajah kecil yang kelelahan. Masya Allah..

“Sebentar ya, saya lihat dulu.” Segera saya buka tas dan sangat amat berharap ada botol air disana.

Yess! ada. Walaupun airnya tinggal sekitar satu gelas.

“Ini, tapi tinggal sedikit.. diminum ya buat berdua” kataku ramah.

“Makasih ya kak..” kata mereka.

Selepas itu, air mata ni menitik. Apa kerjaku selama ini ha? makan puas-puas. Mandi dengan air banyak-banyak. Pandai mengeluh jika kerjaan sedang menumpuk. Bermain perasaan terhadap lawan jenis…

Tak tau kah? anak-anak seperti mereka tu kurang gizi? Jangankan mandi, untuk minum pun air tak sehat, bau pula. Bekerja keras demi menyambung hidup. Tak jarang dimarah ibu atau ayah yang matrealistis, kekerasan menghantui, premanisasi, pencabulan bahkan!.

Tak tau kah? saya tu dah berlebih nikmat. Tapi mengapa sering mengeluh.. Malu ke tak? Malu tidak dengan anak kecil tu tadi?

Ya Allah… rabighfirli.. ampuni hamba ini.

Terima kasih… kawan December 18, 2007

Posted by diarybiru in Gudang Kata.
add a comment

Terima kasih,

Untuk semua rangkaian doamu

Segala untaian kata penyemangat

Juga cinta yang kamu beri.

Terima kasih,

Atas semua pelajaran darimu

Kekuatan untuk menghadapi hidup

Dan kisah-kisahmu yang berarti itu

Terima kasih,

Telah mengajarkan arti hidup padaku

Bagaimana agar menjadi lebih baik

Jua membuatku selalu bersemangat…

Terima kasih,

Mau berbagi cerita denganku

Percaya banyak hal padaku

Serta usahamu membuatku bahagia…

Terima kasih….

Sedikit Pelajaran – Untuk Hari Ini November 3, 2007

Posted by diarybiru in Gudang Kata.
add a comment

Sejak lama memang sudah tersadar, bahwa hidup itu diliputi misteri. Apa yang akan terjadi di hari esok, di waktu yang akan datang, bahkan beberapa detik kemudian… benar-benar tak bisa diduga. Paling tidak, kita hanya bisa ‘meramalkannya’.

Jika langit mendung, kita menyangka akan turun hujan. Walaupun mungkin, ternyata langit cerah kembali tanpa meninggalkan setetes air pun. Dan lain hal sebagainya yang tidak jarang kita temui dalam hidup kita, dalam dunia ini.

Seperti yang terjadi pada diri saya sendiri – dan diri anda sekalian, mungkin- sampai saat ini. Setelah berhasil menerobos lolos dari tiga tingkat sekolah wajib ( SD-SMP-SLTA), begitu banyak hal yang tiada terduga terjadi. Mulai dari jalan rizki, masalah yang di hadapi, musibah yang menguji diri, keadaan hati, dan masih banyak lagi.

Kemarin, tanpa diduga sebuah pembicaraan terjadi. Dengan topik yang ( o ow ) lumayan serius. Ketika seseorang bertanya “Mau jadi apa?”. Sebenarnya ini hal yang mudah dijawab. Bahkan oleh anak TK-pun. Tapi entah kenapa, saya tiba-tiba bingung. Karena saya tahu jawaban saya kali ini tidak bisa main-main. Maksudnya, jawaban yang saya katakan nantinya harus ada tindak lanjut, dan tanggung jawabnya (kepada orang yang bertanya tsb, dan pastinya kepada Allah)

Dialog semakin membiru ketika cemeti-cemeti semangat dilecutkan. Semangat yang… benar-benar membakar!

“Pecundang! Semangat tempe!” Siapa yang semangatnya tidak terbakar kalau dijuluki seperti itu? :) )

Apalagi saya tak diberi waktu. Entah itu hanya untuk mengenang cita-cita semasa kecil dulu. Jujur, terkadang masih sulit bagi saya untuk berpikir cepat. Terlebih ini (bagi saya) bukan masalah sepele. Tapi untuk saya perjuangkan kelak. Sedih rasanya. Hiks :( .

Seketika itu air mata runtuh.

An Effort To Be Bigger

Tapi tak demikian dengan sebuah rasa dihati ini. Ia tak ikut – ikutan jatuh, tapi justru melambung tinggi – tinggi. Seolah ingin mengalahkan tingginya bintang di langit. Asa meletup – letup ( apalagi setelah kata – kata pembakar semangat tadi terucap :p ).

Akhirnya, sebuah kata terluncur…

Designer!

Hah? saya jadi kaget sendiri :D . Entah bagaimana reaksi orang itu. Bagaimana ini… hehehe…

Tapi, bagaimanapun juga saya harus mewujudkannya. Entah kalau nanti pindah haluan atau apa. Yang jelas, saya akan serius untuk yang satu ini. Walaupun dengan bekal yang sangat minim sekali, bahkan NOL.

Sukseeesss!

Amiin..

Pelajaran untuk hari ini :

~ Jangan asal bicara ( jangan banget!!! )

~ Berpikir sebelum bicara ( pikir…pikir… pikirr!! )

~ Berpikirnya yang cepat :D

~ Masa depan untuk di optimisi, bukan di pesimisi ;)

Kalau terlanjur telat merancang masa depan, MULAI DARI SEKARANG! Karena tidak ada kata TERLAMBAT, bagi orang yang mau berusaha.

Ayo! Semangat! Allahu Akbar! Saya pasti bisaaaaa!!

Beda? Its Okay! August 5, 2007

Posted by diarybiru in Gudang Kata.
add a comment

Perbedaan. Sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Terlebih lagi negara kita memang terkenal akan keragaman yang berbeda-beda antara satu dan lainnya. Dimulai dari hal yang umum, iaitu perbedaan budaya, lalu agama, ras, golongan, sampai kepada hal yang prinsipil – perbedaan pendapat, pemikiran, dan sebagainya.

Tentu saja, bukan tanpa bekal kita hidup di negara ini. Agama, undang-undang, norma-norma, dan lain-lain sudah memberi pemahaman kepada kita untuk bisa saling menerima perbedaan yang ada.

Tenggang rasa, sabar, ikhlas dan dewasa sedikit dari sekian banyak sikap yang harus kita miliki untuk menerima semua perbedaan di negara ini, bahkan di bumi ini, atau mungkin di dunia ini. Open minded… mungkin itu kata yang lebih modern untuk mewakili sikap-sikap yang lain tadi.

Berkat perbedaan itulah, tak jarang hidup terlihat indah. Walaupun tak selamanya perbedaan itu mengasyikkan. Sebagai contoh kecil, sebut saja tentang rasa. Jika hanya ada rasa manis saja, atau asin saja, atau pahit saja, wah… sulit dibayangkan tentunya. Jika hanya ada manis… bisa jadi akan banyak penderita diabetes, atau hanya ada rasa asin… mungkin akan banyak penderita hipertensi… pahit?? mungkin tak ada orang mau makan :D . Nah… sederhana bukan? bahwa perbedaan itu akan terasa perlu.

Lalu, dimana letak ketidakasikannya?

Kata teman saya, “Edy Sud, Surya Paloh… maksud lo?” heheh… Ya. Tentu ada hal yang tidak mengenakkan juga dengan adanya perbedaan itu, misalnya… perbedaan pendapat. Walau tidak asik, sebetulnya dalam hal ini ada banyak siasat untuk membuat kita enjoy menerimanya. Kuncinya ya itu tadi, open minded. Bukankan itu akan jadi ajang untuk kita dalam rangka melatih sikap besar hati? Melatih kita bagaimana menerima keunggulan pendapat orang lain? Dan lebihnya lagi, kita bisa menambah wawasan atas perbedaan yang terungkapkan tadi. Karena pemikiran berbedalah, timbul ide yang berbeda pula. Dengan itu, bukankan ilmu kita semakin bertambah?

Kemudian, jika isi dunia hanya kaum adam, atau hanya kaum hawa… duh! itu lebih rumit lagi. Impossible!

Siang-malam, terang-gelap, hitam-putih, tinggi-rendah, besar-kecil, dan masih banyak lagi perbedaan-perbedaan yang hadir dimuka bumi ini. Semua turut menyemarakkan hidup kita. Tinggal semua kembali kepada kita, -manusia- yang menanggapinya.

Dalam suatu kesempatan, mungkin kita dipuji. Tapi bila dilain waktu kita dapat kritik atau caci, harusnya bisa menerima dengan sabar dan lapang dada. Ingat hakikat benar-salah yang ada didunia ini. Bahwa kita tidak selalu benar, namun ada kalanya kita berbuat salah. Maka, bersyukurlah ada yang mengkritik -atau mungkin mencela-. Bukankah itu justru suatu pelajaran untuk kita? bagaimana menerima dua hal berbeda dalam hidup kita -puji-cela-? bukankah itu membuat kita lebih tangguh dalam menjalani hidup?

Siang-malam. Kedua hal berbeda, namun begitu indah. Bisakah kita terima hal lain yang juga merupakan perbedaan dengan pandangan sama? indah?

Ya, jawaban ada pada diri kita masing-masing. Bergantung sampai manakah kemampuan kita dalam menerima sesuatu yang berbeda dengan apa yang kita harapkan… ?

Menyinggung sedikit tentang ukhuwah, ada baiknya jika kita sebagai muslim bisa berpandai-pandai dalam menyikapi perbedaan. Menilik masalah begitu banyaknya perbedaan yang timbul antara kita – umat Islam-.

Tentang beda mahzab, beda aliran, beda cara sholat, dan lain-lain yang seperti kita tahu. Sebagaimana telah diramalkan Nabi kita tercinta bagaimana kondisi Islam nanti. Oleh itulah, betapa penting apa yang saya harapkan ini.

Jangan sampai, karena perbedaan yang sebenarnya bisa kita cari penyebab dan solusinya itu, kita jadi terpecah belah. Saling tuduh, saling menghujat, menjatuhkan, dan lain-lain – naudzubillah-. Saatnya mengedepankan tujuan utama, mencari ridho Allah. Tanpa saling tikai… Karena beda, itu biasa. Maka beda? its okay!

Get Lazy Time – i Hate it! July 25, 2007

Posted by diarybiru in Gudang Kata.
add a comment

Ya Allah… nyaris lupa punya blog di WP. Bahkan blog di MP pun hampir terlupakan. Ternyata tidak mudah menjaga spirit untuk tetap mengurus blog. Kadang bosan menghadang, tak jarang letih mendera saat hendak membuat tulisan, ataupun sering… rasa malas menyusup, akhirnya melemahkan diri untuk sekedar log in ke blog ini. Atau menengok pun tidak.

Itu perasaan saya. Pemilik blog ini. Apalagi yang membaca? duuh…afwan. Pikir-pikir, kok tulisannya tidak tambah. Alih-alih bagus dan enak dibaca. Hiks….

Mungkin, saat ini belum bisa berbuat banyak untuk blog ini. Kesibukan merampas waktu, terjebak dalam rutinitas yang kadang membosankan, pagi, siang, malam… Kerja, kerja, kerja…

Ibadah? kenapa ibadah tidak saya tuliskan? kenapa ibadah harus saya tuliskan? tidak! Memangnya ibadah turut merampas waktu? memangnya ibadah layak disebut rutinitas membosankan? ah, saya rasa tidak.

Ketika rasa malas menyerang aktifitas ibadah pun, saya rasa tidak patut lantas mengatakan ibadah adalah hal yang membosankan. Bukankah, dari situ…kita belajar bagaimana membuat ibadah kembali semangat. Bukankan disitu, dari keberhasilan menegakkan kekuatan ibadah nantinya terasa nikmatnya kepuasan berkomunikasi ke “atas”.

Bagaimana ketika kita berhasil bangkit dari ketidakberdayaan beribadah. Bagaimana kita berhasil melawan kemalasan yang mendera. Itu sebuah perjuangan tentu namanya. Perjuangan yang tidak bisa dibilang ringan. Yang ketika kita temukan solusinya, dan kemudian kita segar lagi, itu sangat membahagiakan.

Disitulah kenapa saya bilang tidak layak disebut membosankan. Karena begitu banyak seninya. Begitu banyak caranya, agar kita kembali jaya. Apatah lagi semua yang kita lakukan adalah perjuangan ibadah. Pastilah sejak jalan semula sudah dibataskan balasan pahalanya. Tidak ada yang sia-sia dan membosankan bukan?

Lagi pula, siapa yang boleh bosan dengan ibadah? Sedang Allah sendiri tidak butuh ibadah kita!

Ya! kita! kita yang sebenarnya butuh atas ibadah! Jadi, sangat mungkin bukan? ketika saya tidak setuju dengan pernyataan bahwa ibadah itu membosankan.

Sejujurnya. Saat ini… ditengah kesibukan ini, ditengah letih melanda ini, saat inilah…rasa malas berlomba merasuki diri. Dengan alasan lelah bekerja, istirahat sebentar, jangan zolim dengan badan, dan 1000 tipuan syetan lainnya, sungguh kuat mencabut tulang-tulang penyangga semangat. Malas…malas…malas…

Yup! saya sedang malas! dan saya benci itu! Dua hal yang saya benci belakangan ini. MALAS dan GAME OVER! Maka karena saya benci, oleh itulah saya harus berjuang melawannya. Harus berjuang mengembalikan stamina ibadah saya. ALLAHU AKBAR!

Lihatlah Lebih Dekat May 29, 2007

Posted by diarybiru in Gudang Kata.
add a comment

Saya punya kepribadian aneh. Saya memang tergolong orang yang rame, bisa mencairkan suasana, mudah bergaul, dan aktif.

Tapi, dibalik itu semua saya punya sikap yang sangat berbeda. Terlebih saat sedih. Ketika perasaan tak karuan, ketika pikiran serasa ingin meledak, ketika cemburu berkobar. Ingin sekali rasanya menangis sepanjang hari. Ingin rasanya hari tiba-tiba turun hujan deras tanpa petir tentunya, saya takut sih… kalau berani sih oke aja. hehehee kemudian saya terperangkap dalam hujan itu. Ingin deh pergi ke stasiun kereta api, kemudian naik dan menikmati perjalanan sendiri. Ingin deh ke pantai yang sepi, trus teriak yang kenceeeeeeeeeeeng banget. Biar terhempas semua sedihnya ke pasir yang nakal, trus biar dihajar sama ombak lautan yang menghantam, lalu terbuang jauh ke lautan. Sampai tersasar dan ngga bisa kembali lagi mengganggu hidup saya.

“Pergilah gundah

Pergilah resah

Jauhkanlah aku dari salah prasangka” ( Sherina Munif )

Ya…. pergilah gundah. Saya tak suka berlama-lama bersamamu. Pergilah resah. Saya tak ingin berprasangka karenamu.

Tapi sampai sekarang saya belum bisa melakukan salah satunya. Karena setelah dipikir lagi…:

~ Kalau saya menangis sepanjang hari, akibatnya fatal. Mata saya pasti bengkak segede jengkol. Kan ngga oke, dibilang mata jengkol sama teman kerja. Atau nanti saya dikira nakut2i klien lagi. Lagi pula, kan ngga baik berlarut2 dalam kesedihan kan yaa….

~ Terperangkap dalam hujan? Duh, itu juga impossible deh. Bisa-bisa saya dibilang oon atau apa gitu. Payung dimana-mana ada dijual, masa saya hujan-hujanan. Kalau ngga ada payung, toh bisa berteduh di emper toko…

~ Ke stasiun sendiri? iih, nantangin copet apa :p. Bisa-bisa kena rampok dijalan nanti. hihih. Susyaah.

~ Ke pantai? yang sepi? waduuh…beneran sok melankolis nih. Gimana nanti kalau yang dihajar ombak yang menghantam bukan sedihnya? melainkan saya? iiih. Ngga janji deh. Sendirian lagi. Mana ada yang nolongin nanti, dan buat nafas buatas ke saya. hahahha.

Yaah…gitu lah.

“Tak berguna

Kau bersedih hati

Percayalah, sayang….” ( Koes Plus ) bener begini, bukan sih liriknya :D

“Pergilah gundah

Jauhkan resah

Lihat segalanya lebih dekat

Dan kau bisa menilai lebih bijaksana…” ( Sherina M ) Bener ngga sih ya liriknya

DiaryBiru-Jkt

Buat Dia May 29, 2007

Posted by diarybiru in Gudang Kata.
add a comment

Buat dia…

Yang hadir dalam hidupku

Berbagi cerita bersamaku

Habiskan waktu berdua diriku

Buat dia…

Yang jadi energiku

Mengalirkan semangat lewat untaian rindu

Mengisi gairah untuk selalu laju

Buat dia…

Ya, buat dia

Satu yang kumiliki

Untuk selamanya

Ikhwan Bujangan April 6, 2007

Posted by diarybiru in Gudang Kata.
2 comments

Saat sepi jadi kebiasaan

Sendiri bukan lagi beban pikiran

Jadwal nikah tak jalan-jalan

Sudah tak jadi persoalan

Semua berawal dari gampang-gampangan

Akhirnya jadi keterusan

Bahaya!

Ya Tuhan

Dalam sujud panjang

Dalam bait doa yang terpanjatkan

Air mata yang berderaian

Ampuni hamba…

Jangan biarkan sedikitpun niatan

Untuk tak laksanakan

Ibadah yang sebenarnya sanggup ku amalkan

Berilah sekali lagi kesempatan

Biar ku usahakan

Tuk pinangkan seseorang

Ukhti nan ayu di sana

 DiaryBiru-Jkt

Internet, Oh Internet April 6, 2007

Posted by diarybiru in Gudang Kata.
2 comments

Pertama kenal internet, bukan sejarah baik buat saya. Jika yang lain menggunakan internet untuk browsing tugas-tugas kuliah atau sekolah, afiliasi, kerja, dsb. Saya pertama kali menggunakan internet untuk chatting. Walau sebelumnya juga pernah browsing, itu pun buka Yahoo untuk membuat account Yahoo messenger. hehehe… Norak memang.

Lalu, saya mulai browsing dengan referensi situs-situs dari teman chat. Itupun sekedar baca artikel dan hal-hal sepele lainnya. Pelan, akhirnya merambah pengetahuan tentang dunia blog. Blog yang pertama kali saya buat di Friendster. Setelah itu, Multiply, Blogger, Yahoo Geocities, entah apalagi, dan kini di WordPress.

Sebenarnya sudah lama saya terkejut. Mulai saat chat, saya bertemu kalangan ikhwan akhwat. Waktu itu saya masih awam sekali dengan internet. Yang saya pikir : Oh… ikhwan akhwat suka chat juga toh rupanya. Setelah punya akon FS ( friendster), ternyata dominasi kalangan ikhwah juga berjibun. Tak sedikit yang mengupload foto-foto mereka. Dari yang sendiri, pribadi, berdua dengan teman, bertiga, berempat, beramai-ramai, acara keluarga,  sampai acara DPRa, DPC, DPD pun diikutsertakan.

Maksudnya apa yah? Dulu waktu saya mengupload foto saya, alasannya karena posenya sedang bagus, enak dilihat, agar komunikasi lancar dan alasan lain ala ABG. Tapi seorang sahabat dekat menyarankan, jangan. Katanya : “untuk apa? emang mau cari jodoh?.” Wah, jadi malu saya. Tapi, lanjutnya : “kecuali kalau berame-rame, gak apa deh dipasang.” Loh, ada tapinya ternyata (hehhe).   Mungkin maksudnya, kalau berame-rame tidak bisa tertebak yang mana diri saya. Selain itu saya masih sendiri, agak bahaya juga. Gimana kalau ada yang naksir?? kan repooot. Kalau sudah berkeluarga lebih repot! gimana kalau ada yang minta dipoligami?? (hahaha).

VMJ via internet? Jangan ditanya deh. Saya rasa sudah bisa jawab sendiri. Lewat pengalaman yang diceritakan teman, atau mungkin mengalami sendiri?. Lucunya, para ikhwah juga tak sedikit yang terlibat dalam kasus ini. Tidak percaya? Buktikan aja!. Bahkan banyak juga yang berhasil menikah dengan jasa pak Interneed (internet) ini. Kok saya tahu? Karena sudah dapat bukti (hahaha)

Itu bisa terjadi dengan berbagai alasan. Entah dibuat-buat, atau benar-benar dirasakan dalam hati. Mulai dari ketertarikan dalam forum diskusi, asyiknya debat dichat room, sampai dekatnya candaan di private message. Pakai segala curhat-curhatan masalah harian. Bahkan tertarik karena kepiawaian si ukhti memainkan game online (ceritanya ini ikhwah yang maniak game. Adakah?).

Lemahnya hati saat terjebak cinta, ditambah sarana yang mendukung untuk berani mengungkapkannya. Memang mudah terjadi dalam kontak internet. Siapa yang ngga berani? wong tinggal mengetik kata yang terpendam dihati, send! tinggal menunggu respon si ukhti. Kalau dia setuju, jalan terus. Nikah!. Kalau ngga mau? tenang saja…ketemu juga belum!

Semua diciptakan berpasangan. Setiap kita sudah tahu itu. Ada kekurangan, ada pula kebaikan. Internet disamping kelemahan-kelemahannya, juga tersimpan manfaat yang tiada tara. Ya, bayangkan saja betapa banyak info, berita, tips, wahana pendidikan, dan lain sebagainya ada disini. Untuk itulah, disamping hal minus yang tak sengaja kita lakukan melalui internet, tunjukkanlah betapa kita mampu mendapat sesuatu yang berharga dari media ini. Kumpulkan sedikit demi sedikit ilmu yang berhamburan disini.

DiaryBiru-Jkt