jump to navigation

Berbagilah August 13, 2008

Posted by diarybiru in Gudang Kata.
trackback

Kemarin, sewaktu diperjalanan saya bertemu dua anak laki-laki kecil. Mungkin sekitar kelas 2 sekolah dasar. di punggung mereka teronggok karung besar, tapi entah isinya berat atau tidak. Tapi terlihat otot-otot di lengan mungil itu bertarikan. Ah, kasihan betul.Tapi apa nak saya buat?.

Waktu itu saya bersepeda. Baru saja melewati mereka, saya terdengar panggilan.

“Kak! kak!” salah satunya memanggil.

Saya hentikan laju sepeda, lalu tengok ke arah mereka. Jangan-jangan mau minta uang nih? pikirku. Bukan tanpa alasan saya berpikir seperti itu. Dulu pernah waktu menyebrang di jembatan penyebrangan, ada sekelompok anak pemulung juga meminta uang, tapi tak saya kasih karena lagak mereka yang tidak mengenakkan dan setengah memaksa. Dan tau apa? mereka mengejar dan meludahi saya! Arrgh! habis tu, takut dah lewat jembatan penyebrangan :p.

“Ya.. kenapa dek?”

“Boleh minta air ngga?”Suara itu takut-takut. Saya melihat wajah itu susah la. Dia benar-benar kehausan..

Ya Allah…Pilu hati ini. Pasti mereka haus sangat dah. Entah dari mana mereka dah berjalan.

Dalam gelap senja itu, lampu jalan yang menguning cukup membuat mata ini jelas membaca air muka anak tadi. Wajah kecil yang kelelahan. Masya Allah..

“Sebentar ya, saya lihat dulu.” Segera saya buka tas dan sangat amat berharap ada botol air disana.

Yess! ada. Walaupun airnya tinggal sekitar satu gelas.

“Ini, tapi tinggal sedikit.. diminum ya buat berdua” kataku ramah.

“Makasih ya kak..” kata mereka.

Selepas itu, air mata ni menitik. Apa kerjaku selama ini ha? makan puas-puas. Mandi dengan air banyak-banyak. Pandai mengeluh jika kerjaan sedang menumpuk. Bermain perasaan terhadap lawan jenis…

Tak tau kah? anak-anak seperti mereka tu kurang gizi? Jangankan mandi, untuk minum pun air tak sehat, bau pula. Bekerja keras demi menyambung hidup. Tak jarang dimarah ibu atau ayah yang matrealistis, kekerasan menghantui, premanisasi, pencabulan bahkan!.

Tak tau kah? saya tu dah berlebih nikmat. Tapi mengapa sering mengeluh.. Malu ke tak? Malu tidak dengan anak kecil tu tadi?

Ya Allah… rabighfirli.. ampuni hamba ini.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: